Hadirnya Bernilai Separuh Agama


Muslim sejati pasti selalu bercita-cita dan memperjuangkan agamanya mencapai kesempurnaan. Agama yang sempurna akan menjadi spirit hidup. Dia mengalirkan kesanggupan menghadapi kesulitan yang tak terhindarkan sebagai ujian menapaki tangga kualitas diri yang lebih tinggi. Tempaan yang merontokkan karat dari besi. Saringan yang memilah emas dari lumpur atau pasir.

Agama yang sempurna juga menjadi pengarah menghadapi kerlingan dunia yang demikian mempesonakan, hiasan gemerlapnya yang menyilaukan, atau tetesan anggurnya yang memabukkan. Ia adalah sosok yang harmonis, tak putus asa oleh tantangan hidup dan tak terlena oleh guyuran kelezatan hidup.

Yang sempurna agamanya adalah yang sempurna imannya, yang berarti pula sempurna pribadinya. Hidupnya tak dihantui rasa khawatir dan takut. “Barangsiapa dan beramal shalih, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

Tak khawatir dan tidak sedih, itu berarti bahagia. Semakin baik iman, semakin bahagia. Semakin baik iman, karena telah sempurna agamanya. Seorang laki-laki yang menikahi wanita shalihah telah sempurna separuh imannya; berarti telah diraihnya separuh kebahagiaan. Fantastic!! Dia tinggal menyempurnakan separuhnya.

Wahai diriku, hiasilah dunia dengan keshalihanmu agar dia semakin indah.

Bagi wanita shalihah, hanyalah nada-nada cinta shalihah yang meresonansi nada-nada cinta di hatinya. Bagi wanita shalihah, cinta harus diraih dengan jalan yang shalih pula.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s