Keajaiban Manusia Akhir Zaman

Sesungguhnya keajaiban manusia di akhir zaman ini sangat banyak dan nyata sekali. Terkadang kita kurang jeli memperhatikannya sehingga terlihat dunia ini berjalan baik-baik saja. Namun, bila kita cermati dengan baik, kita akan menemukan segudang keajaiban dan keanehan dalam kehidupan manusia akhir zaman dan hampir dalam semua lini kehidupan. Keajaiban yang kita maksudkan di sini bukan terkait dengan persitiwa alam seperti gempa bumi, tsunami dan sebagainya, atau kejadian yang aneh-aneh lainnya, melainkan pola fikir manusia yang paradoks yang berkembang biak di akhir zaman ini.

Berikut ini adalah sebagian kecil dari berfikir paradoks yang berkembang akhir-akhir ini dalam masyarakat luas. Lebih ajaib lagi, berfikir paradoks tersebut malah dimiliki pula oleh sebagian umat Islam dan para tokoh mereka. Di antaranya :

anggodo

Bila seorang pengusaha atau pejabat tinggi melakukan korupsi milyaran dan bahkan triliunan rupiah, maka aparat penegak hukum dengan mudah mengatakan tidak ada bukti untuk menahan dan mengadilinya.

minah

Namun, bila yang mencuri itu seorang nenek atau masyarakat bawah (lemah), dengan mudah dapat ditangkap, disidangkan dan diputuskan hukuman penjara, kendati mereka mengambil hanya satu buah semangka atau tiga buah kakau, mungkin saja karena lapar.

mirza

Bila ada orang atau kelompok dengan nyata-nyata merusak dan melecehkan ajaran Islam yang sangat fundamental, seperti Tuhan, Kitab Suci dan Rasulnya, di negeri-negeri Islam, maka orang dengan gampang mengatakan yang demikian itu adalah kebebasan berpendapat, berekspresi dan menafsirkan agama.

demoxx

Namun, bila ada khatib, ustazd atau masyarakat Muslim mengajak jamaah dan umat Islam untuk konsiten dengan ajaran agamanya, maka orang dengan mudah menuduhnya sebabai khatib, penceramah atau ustazd yang keras dan tidak bisa berdakwah dengan hikmah, bahkan perlu dicurigai sebagai calon teroris.

newspaper

Apa saja yang dituliskan dalam koran, dengan mudah orang mempercayainya, kendati itu hanya tulisan manusia dan belum teruji kebenarannya. Membaca dan mempelajarinya dianggap lambang kemajuan.

al-quran

Akan tetapi, apa yang tercantum dalam Al-Qur’an belum tentu dipercayai dan diyakini kebenarannya, kendati mengaku sebagai Muslim. Padahal Al-Qur’an itu Kalamullah (Ucapan Allah) yang mustahil berbohong. Kebenarannya sudah teruji sepnajang masa dari berbagai sisi ilmu pengetahuan. Akhir-akhir ini muncul anggapan mengajarkan Al-Qur’an bisa mengajarkan paham terorisme.

ruangsidang

Tidak sedikit manusia, termasuk yang mengaku Muslim yakin dan bangga dengan sistem hidup ciptaan manusia (jahiliyah), kendati sistem yang mereka yakini dan banggakan itu menyebabkan hidup mereka kacau dan mereka selalu menghadapai berbagai kezaliman dan ketidak adilan dari para penguasa negeri mereka. Mereka masih saja mengklaim : inilah jalan hidup yang sesuai dengan akhir zaman.

tegakkansyariah

Namun, bila ada yang mengajak dan menyeru untuk kembali kepada hukum Islam, maka orang akan menuduh ajakan dan seruan itu akan membawa kepada keterbelakangan, kekerasan dan terorisme, padahal mereka tahu bahwa Islam itu diciptakan oleh Tuhan Pencipta mereka (Allah) untuk keselamatan dunia dan akhirat dan Allah itu mustahil keliru dan menzalimi hamba-Nya.

rabbi

Ketika seorang Yahudi atau agama lain memanjangkan jenggotnya, orang akan mengatakan dia sedang menjalankan ajaran agamanya.

muslimman

Namun, saat seorang Muslim memelihara jenggotnya, dengan mudah orang menuduhnya fundamentalis atau teroris yang selalu harus dicurigai, khususnya saat masuk ke tempat-tempat umum seperti hotel dan sebagainya.

biarawati

Ketika seorang Biarawati memakai pakaian yang menutup kepala dan tubuhnya dengan rapih, orang akan mengatakan bahwa sang Biarawati telah menghadiahkan dirinya untuk Tuhan-nya.

muslimah

Namun, bila wanita Muslimah menutup auratnya dengan jilbab atau hijab, maka orang akan menuduh mereka terbelakang dan tidak sesuai dengan zaman, padahal mereka yang menuduh itu, para penganut paham demokrasi, yang katanya setiap orang bebas menjalankan keyakinan masing-masing.

mom_child

Bila wanita Barat tinggal di rumah dan tidak bekerja di luar karena menjaga, merawat rumah dan mendidik anaknya, maka orang akan memujinya karena ia rela berkorban dan tidak bekerja di luar rumah demi kepentingan rumah tangga dan keluarganya.

mom_child_muslim

Namun, bila wanita Muslimah tingal di rumah menjaga harta suami, merawat dan mendidik anaknya, maka orang akan menuduhnya terjajah dan harus dimerdekakan dari dominasi kaum pria atau apa yang sering mereka katakan dengan kesetaraan gender.

collage

Setiap mahasiswi Barat bebas ke kampus dengan berbagai atribut hiasan dan pakaian yang disukainya, dengan alasan itu adalah hak asasi mereka dan kemerdekaan mengekpresikan diri.

collage_muslim

Namun, bila wanita Muslimah ke kampus atau ke tempat kerja dengan memakai pakaian Islaminya, maka orang akan menuduhnya eksklusif dan berfikiran sempit tidak sesuai dengan peraturan dan paradigma kampus atau tempat kerja mereka.

sekolah

Bila anak-anak mereka sibuk dengan berbagai macam mainan yang mereka ciptakan, mereka akan mengatakan ini adalah pembinaan bakat, kecerdasan dan kreativitas sang anak.

sekolah_muslim

Namun, bila anak Muslim dibiasakan mengikuti pendidikan praktis agamanya, maka orang akan mengatakan bahwa pola pendidikan seperti itu tidak punya harapan dan masa depan.

idf_vs_girl

Ketika Yahudi atau Nasrani membunuh seseorang, atau melakukan agresi ke negeri Islam khususnya di Paestina, Afghanistan, Irak dan sebagainya, tidak ada yang mengaitkannya dengan agama mereka. Bahkan mereka mengakatakan itu adalah hak mereka dan demi menyelamatkan masyarakat Muslim di sana.

idf_vs_boy

Akan tetapi, bila kaum Muslim melawan agresi Yahudi atas Palestina, atau Amerika Kristen di Irak dan Afghanistan, mereka pasti mengaitkannya dengan Islam dan menuduh kaum Muslim tersebut sebagai pemberontak dan teroris .

american_hero

Bila seseorang mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan orang lain, maka semua orang akan memujinya dan berhak mendapatkan penghormatan.

palestinian_hero

Namun, bila orang Palestina melakukan hal yang sama untuk menyelamatkan anaknya, saudaranya atau orang tuanya dari penculikan dan pembantaian tentara Israel, atau menyelamatkan rumahnya dari kehancuran serangan roket-roket Israel, atau memperjuangkan masjid dan kitab sucinya dari penodaan pasukan Yahudi, orang akan menuduhnya TERORIS. Kenapa? Karena dia adalah seorang Muslim.

israel_kids

Bila anak-anak Yahudi diajarkan perang dan senjata otomatis untuk membunuh kaum Muslimin Palestina, maka orang akan menegatakan bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah upaya membela diri kendati mereka adalah agresor.

palestinian_kids

Namun, bila anak Palestina belajar melemparkan batu menghadapi prajurit Yahudi yang dilengakapi dengan tank dan senjata canggih lainhya saat menghancurkan rumah, masjid dan kampung mereka, maka orang akan menuduh mereka sebagai pelaku kejahatan yang pantas ditangkap, dipatahkan tangannya dan dipenjarakan belasan tahun.

Nah, inilah sekelumit keajaiaban manusia di akhir zaman ini. Bisakah kita mendapatkan pelajaran yang baik sehingga dapat menentukan sikap yang benar, atau kita akan jatuh menjadi korban keajaiban akhir zaman? Allahul musta’an….

Iklan

Boikot: Cara Mudah Hancurkan Israel dari Dalam Rumah

Rabu, 02/06/2010 14:12 WIB

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” (QS. Al-Anfal: 60)

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-Baqarah : 190)

“Sudah jelas, tiap produk yang mereka bikin selalu menghasilkan keuntungan yang sebagian besarnya dibelikan peluru untuk dipakai membunuhi Muslim Palestina…” (Allahuyarham Ustadz Rahmat Abdullah)

Tragedi kemanusiaan yang menimpa ratusan relawan pro Gaza di kapal Mavi Marmara dan lima kapal lainnya yang diserang tentara Zionis-Israel beberapa hari lalu menyatukan hati umat manusia di seluruh dunia untuk membela rakyat Palestina di Jalur Gaza yang sejak tahun 2006 telah diembargo total Zionis-Israel dan sekutu-sekutunya. Aksi demonstrasi pecah di mana-mana mengutuk Zionis-Israel. Berbagai acara diskusi, seminar, dan pertemuan ilmiah digelar. Doa bersama dipanjatkan.

Dan di tengah-tengah aksi solidaritas ini kembali muncul seruan agar seluruh penduduk dunia yang masih memiliki nurani agar melakukan boikot terhadap seluruh produk pro Zionis-Israel.

Seruan aksi boikot ini tentunya tidak bisa dipisahkan dari fatwa Dr. Yusuf Qaradhawy yang pada hari Jum’at pekan pertama November 2000, di hadapan jamaah sholat Jum’at di Masjid Umar bin Khattab, Qatar, menyerukan dunia agar memboikot produk pro Israel. Qaradhawy berkata:

“Tiap-tiap riyal, dirham, dan sebagainya, yang digunakan untuk membeli produk dan barang Israel atau Amerika, dengan cepat akan menjelma menjadi peluru-peluru yang merobek dan membunuhi pemuda dan bocah-bocah Palestina. Sebab itu, diharamkan bagi umat Islam membeli barang-barang atau produk musuh-musuh Islam tersebut. Membeli barang atau produk mereka, berarti ikut serta mendukung kekejaman tirani, penjajahan, dan pembunuhan yang dilakukan mereka terhadap umat Islam di belahan dunia lainnya…”

Seruan ini mendapat sambutan yang hangat dan hampir seluruh aktivis Islam, juga aktivis kemanusiaan pro Palestina yang terdiri dari berbagai agama dan ras, juga melakukan aksi boikot seperti yang diserukan Qaradhawy. Berbagai perusahaan donatur Zionis-Israel pun sempat mengalami kolaps oleh aksi boikot ini. Namun disebabkan gerakan ini “hangat-hangat tahi ayam”, maka dengan cepat perusahaan-perusahaan ini bisa bangkit kembali.

Di sisi lain, terdapat sedikit salah persepsi tentang gerakan boikot produk pro Zionis-Israel ini. Banyak yang mengira, gerakan ini adalah gerakan tidak menggunakan dan tidak mengkonsumsi, padahal fatwa Qaradhawy sendiri dengan jelas menyebutkan:
“…diharamkan bagi umat Islam membeli barang-barang atau produk musuh-musuh Islam tersebut. Membeli barang atau produk mereka, berarti ikut serta mendukung kekejaman tirani, penjajahan, dan pembunuhan yang dilakukan mereka terhadap umat Islam di belahan dunia lainnya.”

Tidak bisa lain. Yang diharamkan adalah mengalirkan uang milik umat Islam ke dalam kantong-kantong perusahaan-perusahaan Zionis-Israel itu.

Qaradhawy mengatakan, “…Membeli barang atau produk mereka, berarti ikut serta mendukung kekejaman tirani, penjajahan, dan pembunuhan yang dilakukan mereka terhadap umat Islam di belahan dunia lainnya…”

Yang diharamkan adalah mengalirkan uang milik umat Islam kepada perusahaan donatur Zionis karena uang itu akan diputar di dalam industri senjata mereka untuk membunuhi rakyat Palestina. Disini, yang diharamkan bukan saja ‘pembelian’ dalam hal barang pro Zionis, tetapi juga diharamkan melakukan ‘penyewaan tempat’ terhadap hotel-hotel donatur Zionis-Israel, karena hal ini juga berarti mengalirkan uang milik umat Islam ke kantong musuh-musuh Allah Swt.

Gerakan boikot produk pro Zionis-Israel dilakukan untuk menembus blokade atau embargo Zionis-Israe atas warga Gaza. Misi yang sama dilakukan oleh ratusan relawan dunia yang kemarin diserang tentara Israel laknatullah di perairan internasional, ratusan kilometer di barat Palestina. Sebab itu, ada baiknya kita flash-back dulu, menengok kejadian empat tahun lalu ketika Israel mulai memblokade Jalur Gaza. Mengapa hal itu bisa terjadi?

Blokade Zionis Atas Gaza Adalah Gerakan Boikot

Pada tahun 2006, di bawah tekanan Zionis-Israel dan juga Barat, rakyat Palestina menyelenggarakan pemilihan umum yang diakui banyak lembaga pemantau pemilu dunia sebagai pemilu paling demokratis di negeri ini. Kelompok pejuang HAMAS keluar sebagai pemenang, mengalahkan faksi Fatah yang plin-plan dan memilih bermusyarokah dengan Zionis-Israel.

Kenyataan ini memperlihatkan jika sesungguhnya mayoritas rakyat Palestina menginginkan pemimpin yang teguh memelihara agamanya, dan bernyali besar untuk terus melawan tirani Zionis-Israel yang telah menjajah Palestina selama puluhan tahun.

Rakyat Palestina telah melihat, bertahun-tahun Palestina berada di bawah kepemimpinan Fatah, korupsi meraja-lela, dekadensi moral berhembus, dan bukannya berjuang memerdekakan Palestina namun para pejabatnya malah bermusyarokah dengan Zionis-Israel dan Zionis-AS untuk memerangi pejuang-pejuang kemerdekaan Palestina. Jelas, rakyat Palestina sudah muak dengan tipe kepemimpinan seperti ini.

Kemenangan HAMAS tidak disukai Zionis-Israel, AS, dan para sekutunya di Eropa. Mereka mendorong Fatah untuk melakukan provokasi terhadap HAMAS. Maka pecahlah konflik terbuka antara HAMAS dengan Fatah.

Kala itu, Amerika Serikat dan Zionis-Israel banyak membantu Fatah dengan mengirimkan banyak senjata api lengkap dengan pelurunya, beserta segala peralatan militer yang diperlukan Fatah untuk menggempur HAMAS. Akhirnya, HAMAS berhasil menguasai Jalur Gaza yang berbatasan dengan Mesir, dan Fatah menguasai West Bank (Tepi Barat) yang berbatasan dengan Yordania.

Untuk melemahkan HAMAS, Amerika dan Zionis-Israel—dibantu penguasa boneka negara-negara Arab seperti Presiden Hosni Mubarrak dari Mesir—melancaran aksi boikot total terhadap Jalur Gaza. Boikot atau embargo total terhadap warga Jalur Gaza meliputi seluruh aspek seperti bahan makanan, air, listrik, obat-obatan, dan sandang-pangan.

Jalur Gaza menjadi penjara paling mengerikan di seluruh dunia. Jika para kriminal Amerika di penjara Alcatraz saja masih diberi makan, maka warga Palestina yang ada di Jalur Gaza sama sekali tidak diberi apa-apa. Alhamdulilah, walau demikian, warga Jalur Gaza masih bisa tetap bertahan hidup sampai hari ini dengan segala ujian keimanannya.

Boikot Kuffar Quraisy Terhadap Rasulullah SAW

Sejarah embargo atau boikot terhadap umat Islam yang dilakukan musuh-musuh Allah SWT sebenarnya memiliki jejak yang panjang. Apa yang dialami rakyat Palestina di Jalur Gaza sesungguhnya merupakan pengulangan dari apa yang menimpa Rasululah SAW dan para sahabat yang diembargo total oleh Suku Quraisy.

Seperti juga kaum Zionis, penentangan kaum kuffar terhadap dakwah Islam senantiasa dilakukan dengan berbagai cara. Untuk menggoyahkan pilar-pilar dakwah Islam, mereka biasanya selalu mengawali dengan cara-cara yang terlihat manis. Mereka menawarkan kehidupan yang jauh lebih baik, jauh lebih nyaman, seperti harta yang banyak, rumah yang bagus, kendaraan mewah, dan juga para perempuan cantik, agar para pejuang dakwah mau berkompromi dengan kaum kuffar tersebut alias mau bermusyarokah dengan musuh-musuh Allah Swt tersebut.

Disinilah akan ketahuan mana pejuang dakwah yang sungguh-sungguh ingin menghidupkan Islam dan mana “pejuang dakwah” yang sesungguhnya lebih condong untuk “menumpang hidup pada Islam”.

Yang terakhir ini lebih memilih untuk bermusyarokah dengan musuh-musuh Allah Swt, memutar-mutar lidahnya menjungkir-balikkan ayat-ayat kitab suci al-Qur’an sekehendak syahwatnya demi mendapatkan kekuasaan, berbagai fasilitas mewah, gaji yang besar, dan ujung-ujungnya melakukan nikah sirri dengan alasan sunnah Rasul.

Tapi mereka ini lupa, Rasulullah Saw dalam melakukan poligami, menikahi banyak janda-janda yang sudah nenek-nenek dengan banyak anak. Hanya Aisyah dan Maryam yang masih gadis ketika dinikahi Rasul SAW. Namun mereka yang bermusyarokah dengan kezaliman ini malah menikahi gadis-gadis cantik, berbeda dengan yang dilakukan Rasul Saw. Ini terjadi dimana-mana sampai sekarang.

Jika cara halus tidak mempan menghentikan laju dawah Islam yang dilakukan para pejuang dakwah, maka barulah kaum kuffar melancarkan cara-cara kekerasan yakni dengan teror, ancaman, intimidasi, dan bahkan dengan pembunuhan yang bisa dilakukan dengan menggelar peperangan atau pembunuhan secara diam-diam. Semua ini masih dilakukan kaum kuffar sampai sekarang di mana pun mereka berada.

Demikianlah, cara pertama ternyata tidak mampu membuat Rasul SAW dan para sahabat goyah. Dengan intimidasi dan teror pun ternyata tidak mempan. Akhirnya kenyataan ini membuat kaum kafir Quraisy memakai jalan terakhir, yakni peperangan.

Dengan segenap kekuatan yang mereka miliki, kaum kafir Quraiys melakukan pemboikotan total terhadap Rasul SAW dan para sahabatnya. Mereka menulis selembar kesepakatan pemutusan hubungan total dengan Bani Hasyim dan Bani Abdil-Muththalib.

Pengumuman itu berisi: “Barang siapa yang setuju dengan agama Muhammad, berbelas kasihan kepada salah seorang pengikutnya yang masuk Islam, atau memberi tempat singgah pada salah seorang dari mereka, maka ia dianggap sebagai kelompoknya dan diputuskan hubungan dengannya: Tidak boleh menikah dengannya atau menikahkan dari mereka, dan Tidak boleh berjual beli (muamalah) dengan mereka.”

Untuk memberi pesan kepada umat Islam bahwa sikap mereka sungguh-sungguh, maka pengumuman itu ditempelkan di salah satu sudut Ka’bah.

Bahkan salah seorang tokoh Quraisy, Abu Lahab, mendatangi para pedagang di pasar dan berkata lantang: “Wahai para pedagang! Naikkan hargamu kepada sahabat-sahabat Muhammad sehingga mereka tidak bisa membeli apapun, kalian semua sudah mengetahui kekayaanku, dan kalian sudah tahu bahwa saya akan menepati janjiku, saya akan mengganti dagangan kalian semua, tidak akan ada kerugian atas kalian.”

Dengan sendirinya, tatkala melihat keuntungan yang pasti ada di depan matanya, maka para pedagang pun menaikkan harga barang dagangannya berlipat-lipat sehingga tidak bisa dijangkau oleh kaum Muslimin. Lalu para pedagang itu menutup kedainya dan berbondong-bondong ke rumah Abu Lahab. Semua barang dagangan mereka dibeli oleh Abu Lahab dengan harga yang berlipat. Para pedagang itu pulang ke rumah dengan hati yang berbunga-bunga.

Namun sebaliknya, para sahabat Nabi SAW pulang ke rumah dengan tangan hampa. Anak dan isterinya pun diberitahu jika semua dagangan di pasar telah diborong oleh Abu Lahab. Maka seluruh sahabat Nabi SAW, isteri, dan anak-anaknya pun harus menahan lapar berhari-hari. Walau demikian para pejuang Islam ini tetap dalam keimanannya yang teguh, tidak goyah sedikit pun untuk meminta keringanan atau bahkan berunding dengan kaum musyrikin Quraiys.

Tidak ada musyarokah atau koalisi dengan kezaliman, demikian keteguhan umat Islam generasi pertama ini. Di dalam sujud-sujud panjangnya, Rasul SAW dan para sahabat ini memanjatkan doa agar Allah SWT menurunkan rahmat-Nya. Hanya kepada Allah SWT mereka meminta dan berharap, tidak kepada yang lain.

Di tengah penderitaan inilah Allah SWT akhirnya menundukkan hati sebagian tokoh Quraiys, diantaranya adalah Hisyam bin Amr. Dia diam-diam membawa unta-untanya yang penuh membawa makanan di malam hari ke wilayah perkampungan Bani Hasyim dan Bani Muththalib. Ketika sudah dekat, ia lepaskan kendali untanya dan dihela agar berjalan masuk perkampungan kaum Muslimin. Di lain hari, Hisyam bin Amr juga melepaskan unta-untanya di malam hari dengan membawa pakaian dan segala barang yang dibutuhkan kaum Muslimin.

Orang-orang Arab yang mengikuti Nabi SAW saat itu sebenarnya tidak saja terdiri dari umat Islam, namun yang masih dalam kekafiran pun ikut. Saat itu Bani Hasyim dan Bani Muththalib, para pengikut Rasulullah SAW, belum semuanya bersyahadat. Namun walau demikian, mereka ikut dengan Rasulullah SAW dan bersama-sama berlindung dari penindasan kaum musyrikin Quraisy. Mereka yang masih kafir bergabung dengan motivasi kesukuan, sedang yang muslim tentu dengan motivasi akidah.

Boikot total kaum musyrikin Quraiys berlangsung selama tiga tahun. Hal ini mengakibatkan para pengikut Rasul SAW sampai memakan daun-daunan untuk bisa bertahan hidup.

Allah SWT Maha Pembolak-balik hati setiap mahluk-Nya. Demikian yang terjadi pada Hisyam bin Amr. Tokoh yang dimuliakan kaum Quraiys ini akhirnya luluh melihat keteguhan Rasul SAW dan para sahabatnya menahan penderitaan demi akidah tauhid.

Diam-diam Hisyam bin Amr menemui orang yang diyakininya sepakat dengan dirinya. Dia menemui Zuhair bin Abi Umayyah bin Al Mughirah, dan berkata, “Wahai Zuhari, relakah kamu makan makanan, berpakaian, dan menikah, sementara paman dan bibimu dalam keadaan yang kamu tahu, tidak boleh jual beli, tidak boleh menikah atau dinikahi. Sedang aku bersumpah dengan nama Allah: Bahwa kalau paman bibinya Abul Hakam bin Hisyam (Abu Jahal), kau ajak seperti yang aku sampaikan kepadamu, mereka tidak akan pernah mau menerimanya.”

Zuhair menjawab, “Celaka sekali wahai Hisyam, lalu apa yang bisa kita lakukan? Aku hanyalah seorang diri. Demi Allah, jika ada orang lain bersama dengan kami, maka kami akan cabut embargo ini.”

Hisyam bin Amr menjawab, “Aku menemukan orang lain.” Zuhari bertanya, siapakah dia? Hisyam menjawab bahwa dialah orangnya. Merasa belum cukup kuat, Zuhair berkata, “Cari seorang lagi, sehingga kita bertiga.”

Lalu Hisyam menemui Muth’im bin Adiy, dan menyampaikan apa yang disampaikannya pada Zuhair bin Umayyah. Muth’im pun menyuruhnya untuk mencari orang keempat. Akhirnya Hisyam menemui Abul Buhturiy bin Hisyam dan menyuruhnya untuk mencari orang kelima. Lalu bergabunglah Zam’ah bin Al-Aswad bin Al-Muththalib.

Lantas, kelima orang ini sepakat untuk menggelar pertemuan di malam hari di sebuah bukit di Mekah. Dalam musyawarah itu mereka sepakat untuk membatalkan kesepakatan boikot. Pagi harinya, Zuhair bin Umayyah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali, lalu dia berdiri menghadap orang-orang di sekitarnya dan berseru lantang, “Wahai warga Mekah, apakah kita makan, memakai pakaian sementara Bani Hasyim mati kelaparan, tidak boleh jual beli, demi Allah saya tidak akan duduk sehingga pengumuman embargo yang zhalim ini dirobek!”

Abu Jahal yang melihat kejadian tersebut berkata, “Bohong kamu, demi Allah, pengumuman itu tidak boleh dirobek!” Dengan berani Zam’ah bin Al-Aswad maju ke depan dan berkata, “Engkau, demi Allah, lebih pendusta, kami tidak pernah menyetujuinya sejak engkau menulisnya.”

Abul Buhturiy pun maju dan berkata, “Benar Zam’ah, kami tidak pernah setuju pengumuman itu dan tidak pernah mengakuinya.” Lalu Muth’im bin Adi mengatakan, “Kalian berdua benar, dan bohong orang yang mengatakan selain yang kalian berdua katakan. Kami berlepas diri darinya dan tulisan yang ada di dalamnya.” Hisyam bin Amr pun menguatkan sahabt-sahabatnya.

Melihat kelima orang yang berani itu, Abu Jahal tersenyum sinis, “Ini pasti sudah diputuskan di malam hari, kalian telah bermusyawarah tentang hal ini di luar tempat ini.”
Muth’im bin Adiy tanpa gentar berdiri dan maju mendekati tempat ditempelkannya pengumuman itu untuk merobeknya.

Dia begitu kaget lantaran pengumuman itu sudah dimakan tanah kecuali kalimat ‘Bismikallahumma’ yang menjadikan kebiasaan orang Arab saat menulis surat. Allah SWT telah memerintahkan tanah, sebagai tentaranya, untuk memakan pengumuman yang menempel di Ka’bah itu dan menyisakan nama-Nya.

Melihat ini semua, warga Mekkah pun geger. Pemboikotan terhadap Rasul Saw dan para pengikutnya pun berakhir dengan kemenangan di pihak al-haq.

Gerakan Boikot Produk Zionis Hari Ini

Gerakan boikot produk pro Zionis-Israel adalah hal yang mudah. Semua sisi, seluk beluk tentang aksi ini, termasuk daftar produk apa saja yang dimasukkan dalam kategori “haram dibeli oleh umat Islam dan siapa pun yang peduli dengan kemanusiaan” bisa dilihat di http://www.inminds.co.uk/boycott-israel.php.

Sebuah buku yang ditulis Rizki Ridyasmara berjudul “Boikot Produk Pro Israel!: Melawan Zionis Dari Dalam Rumah” (Pustaka Alkautsar; Februari 2009) pun secara detil ikut memuat semua aspek tentang gerakan ini.

Jika di hari ini, di hari ketika kebiadaban Zionis-Israel sudah begitu terang dan jelas di mata seluruh dunia, maka jika Anda masih saja enggan untuk ikut dalam gerakan dunia untuk menolong rakyat Palestina di Jalur Gaza, dan jika Anda masih saja mau membeli produk yang dikeluarkan perusahaan-perusahaan donatur Zionis-Israel, jika Anda masih saja mau menginap atau menyewa hotel, resort, bungalow, dan sebagainya yang milik Zionis-Yahudi (tentunya juga berarti mengalirkan uang Anda ke kantong perusahaan Zionis-Israel), maka dengan sendirinya, sadar atau pun tidak, mengakui atau pun menolaknya, Anda adalah sekutu bagi Zionis-Israel dan musuh bagi warga Gaza.

Islam telah begitu jelas dan terang memberikan panduan bagi umat Muslim untuk menghancurkan kezaliman. Jika tidak bisa dengan tangan (sikap dan perbuatan), maka lakukanlah dengan tulisan, dan jika tidak juga maka lawanlah dengan hatimu. Dan melawan kezaliman dengan hati merupakan bentuk selemah-lemahnya iman.

Saudaraku, apakah kalian sudi dikatakan memiliki iman yang lemah? Tentu saja tidak.
Sebab itu, lawanlah kezaliman dengan sikap dan perbuatan yang nyata. Bergabunglah dengan karavan besar ini untuk bersama-sama menghancurkan Zionis-Israel, dan bukan bergabung dengan karavan besar untuk menolong eksistensi Zionis-Israel!

sumber : http://eramuslim.com

Renungkanlah hai seorang anak!

Di saat ibu kita tertidur lelap, coba pandangi dia dalam-dalam…

bayangkan matanya takkan terbuka selamanya,

tangannya tak mampu tuk menghapuskan air matamu,

tak ada lagi nasehat yang slama ini kita abaikan…

Bayangkan apabila ibu kita sudah tiada,

apakah kita sudah berusaha untuk membahagiakannya?

yang sekian kali ia slalu membahagiakanmu, memenuhi kehendakmu?

Apakah kita pernah berpikir betapa besar pengorbanannya?

Saudi akan Bangun Mekkah & Madinah jadi Kota Futuristik abad 21

Masjidil Haram di masa depan akan berhadap-hadapan dengan kota Mekkah yang futuristik

Masjidil Haram sendiri akan diperluas, gedung mesjidnya ber-AC dan kalau Thawab tak lagi kepanasan karena ada payung raksasa

Jembatan Jambrat di MINA yang berlantai 4, sudah berpayung dan bahkan ber-aC

Apartemen mewah bertebaran di seputar Masjidil Haram

Mulai tahun 2010, Saudi membangun MONORAIL yang menghubungkan Mekkah – Mina – Muzdhalifah dan Arafah untuk kenyamanan jamaah haji (silahkan baca beritanya ini: “Monorail in holy sites by 2010”

Jeddah International Airport yang baru, diantaranya untuk jemaah haji

Madinak – Mekkah Highway Express Toll Free dan Jeddah – Mekkah Highway

Kota Madinah akan mereka sulap menjadi kota futuristik, dengan pusatnya Mesjid Nabi

Kota Madinah akan mereka rubah pulamenjadi kota ekonomi dan pendidikan berskala dunia

sumber : kaskus.us

Pidato menakjuban anak 12 tahun di ruang sidang PBB…

Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki,
seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental
Children’s Organization ( ECO ).
ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri
untuk belajar dan mengajarkan pada anak” lain mengenai masalah
lingkungan.
Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB,
dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah
pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa
pemimpin dunia terkemuka.
Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga
bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai
ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan
tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.

Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)
Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental
Children Organization.
Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12
dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga,
Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk
bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda
sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di
sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan
masa depan bagi diri saya saja.
Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum
atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi
semua generasi yg akan datang.
Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia
yang tangisannya tidak lagi terdengar.
Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat
yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan
habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.
Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena
berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena
saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.
Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa
tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker.
Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu
persatu mengalami kepunahan tiap harinya – hilang selamanya.
Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar
binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan
burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal
tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.
Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini
ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?
Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap
bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua
pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki
semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa
anda sekalian juga sama seperti saya!
Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai
asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang
telah punah.
Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di
tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak
tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!
Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota
perhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebenarnya anda adalah
ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi
– dan anda semua adalah anak dari seseorang.
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua
adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih
dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi
udara, air dan tanah di planet yang sama – perbatasan dan pemerintahan
tidak akan mengubah hal tersebut.
Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita
semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu
untuk tujuan yang sama.
Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak
ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.
Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami
membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang.
Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi
dengan mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk
kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.
Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan
dan papan yang berkecukupan – kami memiliki jam tangan, sepeda,
komputer dan perlengkapan televisi.
Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami
menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah
satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: ” Aku berharap aku
kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan
makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih
sayang ” .
Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun,
bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih
begitu serakah?
Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia
sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan
yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari
anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak
yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau
pengemis di India .
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua
uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat
kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa
indah jadinya dunia ini.
Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk
berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan
orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang
kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk
berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang
anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?
Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda
melakukan hal ini – kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah
yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua
seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan
mengatakan, ” Semuanya akan baik-baik saja , ‘kami melakukan yang
terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari
segalanya.”
Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut
kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda
semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena
perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu”.
Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari.
Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya
menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.
Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.
***********
Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konperensi
PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya
dengan pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang
yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan
yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu.
Dan setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya:
” Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri
karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan
isinya disekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju
berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato.
Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh
asisten saya kemarin. Saya … tidak kita semua dikalahkan oleh anak
yang berusia 12 tahun ”

Ini videonya : YouTube – The girl who silenced the world for 5 minutes

Kelainan Genetik ‘PROGERIA’

Bagaimana, sih, ihwal munculnya penyakit itu? Dr. Eriyati Indrasanto, Sp.A, menjelaskan bahwa progeria adalah kelainan genetik yang memang sangat jarang terjadi. Progeria berasal dari bahasa Yunani yaitu geras yang berarti usia tua. Jadi si penderita mengalami penuaan dini dengan kecepatan yang berkisar 4-7 kali lipat dari proses penuaan normal. Contoh konkretnya, bila si anak yang mengalami progeria berumur 10 tahun, maka penampilannya akan tampak seperti orang berusia 40-70 tahun! Artinya, semua organ tubuh si bocah, termasuk organ pernapasan, jantung, maupun sendi-sendinya sudah mengalami kerentaan.

Menurut penjelasan ilmiahnya, lanjut Eriyati, telah terjadi mutasi gen tunggal yaitu pada gen LMNA yang bertanggung jawab terhadap pembentukan protein lamin A dan lamin C. Protein ini bertugas menstabilitasi selaput dalam dari inti sel (inner membrane). Diduga ketidakstabilan karena mutasi itulah yang menyebabkan terjadinya penuaan dini pada anak-anak penderita progeria. “Sayangnya, sampai sejauh ini hasil penelitiannya masih sebatas itu.” Baca lebih lanjut

8 Kasus Tumor Yang Paling Mengerikan !

1. Jose: Manusia Tanpa Wajah
Jose menderita tumor wajah paling ekstrim yang pernah dijumpai dalam sejarah medis. Pria Portugis berusia 51 tahun ini beresiko tercekik oleh tumor tersebut, kecuali dia menjalani operasi. Salah satu matanya menjadi buta akibat pertumbuhan tumor raksasa yang juga menutupi mulut dan lidah, bibir yang membengkak serta membengkokkan gusi dan menghancurkan giginya. Awalnya tumor ini terlihat hanya seperti tahi lalat saat dia berumur 11 tahun. Namun berkembang menjadi ganas akibat abnormalitas pembuluh darah kapiler dan vena. Tumor tersebut mulai berkembang semakin besar pada umur 16 tahun.

Jose, The Man With No Face

Jose baru-baru ini terbang ke Inggris untuk membicarakan kemungkinan tindakan operasi medis. Namun karena ibunya adalah pengikut Jehovah (Yahwe), dia terpaksa menolak menjalani operasi. Agamanya tidak membolehkan proses transfusi darah. Akhirnya para dokter di London mengusulkan untuk menghilangkan bagian-bagian tumor tersebut sedikit demi sedikit, tanpa transfusi darah. Baca lebih lanjut